Review 4

10/3/2012, 7:59 PM

“SIKAP, PERSEPSI dan MOTIVASI”

 

 

Perilaku seseorang dipengaruhi secara langsung oleh sikap dan dipengaruhi secara tidak langsung oleh persepsi. Persepsi itu sendiri merupakan hasil dari proses kognitif dan kognitif merupakan salah satu komponen dari sikap. Sehingga ketiganya memiliki hubungan yang erat dan saling mempengaruhi.

 

Sikap adalah pernyataan atau pertimbangan evaluatif (menguntungkan atau tidak menguntungkan) mengenai objek, orang dan peristiwa. Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan mengenai sesuatu. Dalam perilaku organisasi, pemahaman atas sikap penting, karena sikap mempengaruhi perilaku kerja. Sikap terdiri atas tiga komponen, yaitu :

    1. kognitif, segmen pendapat atau keyakinan dari suatu sikap
    2. afektif, segmen emosional dari suatu sikap
    3. perilaku,suatu maksud untuk perilaku dalam suatu cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu

Komponen kognitif terdiri atas evaluasi, pengalaman, pengetahuan dan sebagainya yang merupakan hasil dari penggunaan lima panca indera. Komponen kognitif juga menghasilkan persepsi.

 

Persepsi merupakan suatu proses di mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungannya. Persepsi akan menghasilkan seleksi dan intensi (fokus). Intensi (fokus) akan menimbulkan motivasi bagi seseorang.

 

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Definisi motivasi menurut beberapa ahli :

    1. Wexley & Yukl (dalam As’ad, 1987) motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif, dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif.
    2. Mitchell (dalam Winardi, 2002) motivasi mewakili proses- proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya persistensi kegiatan- kegiatan sukarela (volunter) yang diarahkan ke tujuan tertentu.
    3. Soemanto (1987) secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan tenaga yang memberi kekuatan bagi tingkah laku mencapai tujuan,telah terjadi di dalam diri seseorang.

Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah :

    1. Intensitas (intensity–how hard a person tries)
    2. Arah (direction–toward beneficial goal)
    3. Ketekunan (persistence–how long a person tries)

 

Motivasi individu dimulai dari adanya kebutuhan yang belum terpuaskan. Hal ini akan mendorong individu untuk melakukan usaha untuk meraih kebutuhan yang belum terpuaskan. Apabila kebutuhan individu dapatterpenuhi, maka individu beraada dalam kondisi puas (Satisfaction) dan jika tidak terpenuhi maka berada dalam kondisi tidak puas ( Disatisfaction). Ada beberapa ahli yang mengemukakan tentang teori kebutuhan, antara lain :

  • Maslow’s Needs Hierarchy, Maslow menyatakan bahwa tingkah laku manusia pada suatu saat tertentu akan ditentukan oleh kebutuhannya yang paling mendesak. Kebutuhan manusia terdiri dari 5 macam yang tersusun membentuk suatu hirarki, dimana kebutuhan yang lebih tinggi baru akan muncul jika kebutuhannya yang lebih rendah telah dipenuhi, mulai dari physiological needs sampai self actualization.

a. Physiological Needs ( Biologycal Needs), yaitu kebutuhan badaniah yang meliputi : sandang, pangan, sex, tempat tinggal, dll.

b. Safety Needs, yaitu kebutuhan akan rasa aman atau kebebasan dari ancaman, baik dari lingkungan atau kejadian tertentu.

c. Social Needs/Love needs, yaitu kebutuhan akan persahabatan, diterima orang lain, interaksi, berkelompok dan kasih sayang.

d. Self Esteem Needs, yaitu kebutuhan akan penghargaan dan pandangan baik dari orang lain, harga diri.

e. Self Actualization Needs, yaitu kebutuhan akan pengakuan diri, rasa puas akan nilai yang diperoleh dari memaksimalkan kemampuan.

 

  • ERG Theory (Clayton P. Alderfer)

Menurut teori ini, manusia memiliki 3 kebutuhan yang bersifat hirarki, yaitu :

1. Existence Needs (EN), yaitu kebutuhan untuk mempertahankan eksistensimanusia, termasuk keadalamnya kebutuhan fisiologis dan rasa aman.

2. Relatedness Needs (RN), yaitu kebutuhan berhubungan dengan lingkungansocial.

3.Growth Needs (GN), yaitu kebutuhan untuk mengembangkan diri. Jika seseorang terus – menerus frustasi dalam memuaskan suatu kebutuhan, makakebutuhan yang berada dibawahnya akan muncul kembali sebagai kebutuhan utama. Dengan kata lain menurut teori ERG ini : kebutuhan manusia tidak selalu naik karena jika frustasi kebutuhan akan menurun.

  • Mc. Gregor’s Theory X and Y (teori X dan Y dari Douglas Mc. Gregor)

Berdasarkan hasil observasi terhadap motif tingkah laku manusia, dalam mengelola perilaku individu pada suatu organisasi dapat di lakukan dengan 2 pendekatan, yaitu :

Teori X

Asumsi sifat manusia :

a.pada umumnya manusia tidak senang bekerja dan berusaha untuk menghindarinya

b.sebagai akibatnya, manusia harus di awasi dengan ketat untuk memperolehtujuan organisasic. Pada umumnya manusia tidak berambisi, tidak ingin memikul tanggung jawab, lebih suka diarahkan dan mengutamakan keamanan dirid.motivasi untuk manusia tipe X hanya akan berlaku sampai tingkat kebutuhanyang terendah.

Teori Y

Asumsi sifat manusia :

a.bekerja adalah kodrat manusia sehingga upaya yang harus dikeluarkan, secara fisik maupun mental untuk bekerja itu di nilai sama dengan upaya untuk kegiatan lain.

b.Manusia akan mengawasi dan mengarahkan dirinya sendiri untuk mencapaitujuan oraganisasi, jika ia merasa telah terikat terhadap tujuan itu.

c.Persaan keterkaitan itu timbul dan merupakan fungsi balas jasa dankeberhasilan dalam organisasi.

d.Motivasi bagi manusia tipe Y hanya berlaku untuk tingkat kebutuhan yangrendah, tetapi sampai tingkat kebutuhan tertinggi.

  • Herzberg’s Two Factors Theory

Teori ini berhubungan dengan masalah kepuasan kerja. Ada 2 rangkaian kondisi yang mempengaruhi sikap seorang terhadap pekerjaannya, yaitu :

1. Faktor Hygiene

Merupakan rangkaian kondisi yang mengambarkan hubungan seseorang dengan lingkungan tempat dia bekerja (Job Context). Hal ini hanya berhubungan dengan ketidakpuasan kerja, oleh karenanya factor ini tidak dapat digunakan sebagai alat motivasi tetapi untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan timbulnya kepuasan kerja (Extrinsic Faktor), factor Hygiene meliputi :

1.Company Policy an Administration,

kebijakan organiasi mengenaiketenagakerjaan, khususnya menyangkut

carier planning.

2.Working Condition, baik fisik maupun non fisik.

3.Technical Supervision,  berkaitan dengan kemampuan pemimpin

4. Interpersonal Relation, berkaitan dengan kemampuan pemimpin dalammenjalin hubungan dengan pemimpin.

5.Salary, berkaitan dengan kompensasi yang baik.

6. Job Security, berkaitan dengan keamanan kerja.

7.Status, berkaitan dengan posisi dalam organisasi.

2.Faktor Motivasi.

Hal – hal di atas berhubungan langsung dengan kepuasan kerja dan bersifatintrinsik, oleh karena itu disebut sebagai factor motivator. Factor motivator meliputi :

1. Achievement, seorang manajer harus menyatakan keberhasilan bawahannya,karena keberhasilan seseorang dalam pekerjaan akan mendorong tumbuhnyamotivasi.

2. Recognation, pernyataan pengakuan oleh atasan atas keberhasilan seorang pekerja.

3.The Work it Self, berpangkal pada upaya untuk menempatkan setiap pekerjasecara tepat.

4. Responsibiity, rasa tanggungjawab yang dimiliki pekerja akan mendorongtumbuhnya motivasi kerja. Oleh karena itu harus ditumbuhkan dengan cara :

a.Hindarkan supervise yang ketat

b.Beri kesempatan berperan serta.

5. Advancement, kesempatan untuk mengembangkan diri merupakan hal yangdapat memotivasi pekerja. Maka, dalam suatu organisasi harus ada program Training & Development dan Career & Development.

  • Mc. Clelland’s Achievement Motivation Theory, menurut teori ini, motif seseorang yang akan menentukan tingkah lakunya ditentukan oleh adanya 3 macam kebutuhan, yaitu :

a.kebutuhan akan kekuasaan

b.kebutuhan afiliasi

c.kebutuhan akan keberhasikan

3 macam kebutuhan tersebut akan menentukan tingkah laku seseorang. Seorang yang berprestasi tinggi didorong oleh kebutuhan akan keberhasilan.

1. Motif Kekuasaan ( Need for Power)

Merupakan kebutuhan untuk memiliki pengaruh terhadap orang lain. Seorangdengan motif kekuasaan yang tinggi cenderung selalu berpikir untuk mempengaruhiorang lain dan sangat memperhatikan kedudukan. Ciri – cirinya :

a.sangat aktif dalam menentukan arah kegiatan organisasi

b.sangat peka terhadap struktur pengaruh antar pribadi dari organisasinya.

c.Senang mengumpulkan benda dan menjadi anggota perkumpulan yang dapatmencerminkan prestise.

d.Sering berusaha untuk menolong orang lain tanpa diminta.

2. Motif Persahabatan /afiliasi ( Needs for Afiliation)

Adalah kebutuhan untuk membina dan mempertahankan suatu hubungan persahabatan yang akrab dengan orang lain. Cirinya :

a.Lebih senang bersama orang lain dibandingkan sendiri

b.Sering berkomunikasi dengan orang lain

c.Lebih memperhatikan hubungan pribadi yang ada dalam pekerjaandibandingkan dengan hubungan tugas.

d.Berusaha mencari persetujuan orang lain.

e.Melakukan pekerjaan dengan lebih efektif bila bekerja sama dengan oranglain.

3. Motif Keberhasilan ( Needs for Achievement)

Individu dengan motif prestasi yang lebih tinggi akan banyak berpikir tentangcara pelakasanaan kerja yang lebih baik. untuk itu ia akan membuat rencana dengan perhitungan yang matang. Ciri- cirinya :

a.Menyukai situasi yang menuntut tanggungjawab pribadi tentang apa yangdilakukannya.

b.Cenderung menciptakan tujuan yang mempunyai resiko moderat dandiperhitungkan cukup menantang namun pasti dan mungkin dicapai.

c.Membutuhkan umpan balik yang konkrit terhadap perbuatannya.

d.Berusaha melaksanakan sesuatu dengan cara yang baru yang lebih baik dan kreatif.

 

 

Agak lama nih posting review yang ini, well karena materi yang dibahas emang banyak (dan semakin banyak dari sebelumnya -___-). Tapi untung berhasil selesai sebelum mulai review selanjutnya, fyuuuh :0

Sekian Today’s Review episode keempat, Rabu tanggal 3 Oktober 2012. Keep follow my blog. Hope what i’ve written gonna be useful for you guys😀

sumber :

Pasted from <http://www.scribd.com/doc/22536124/9/DASAR-%E2%80%93-DASAR-PERILAKU-KELOMPOK>

Pasted from <http://www.duniapsikologi.com/pengertian-motivasi/>

Pasted from <http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi>

Pasted from <http://4.bp.blogspot.com/-Ey7PpyEDvVI/T8UxVUyThzI/AAAAAAAAABo/CPMf4MDLpaw/s1600/teori+hirarki+kebutuhan+maslow.gif>

 

One thought on “Review 4

  1. Semangat Pagi Nevy..senang baca blognya dari beberapa buku, namun saya belum melihat Nevy membahas dari buku utama, yaitu dari Robbins…tetap bereksplorasi ya…salam SOBAT !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s